PERKEMBANGAN MANUSIA PADA MASA
REMAJA
Makalah Ini
disusun untuk memenuhi tugas pada kuliah ‘’Psikologi Umum”

Oleh :
Eko Prasetyo (210615142)
Dosen Pengampu :
IKA RUSDIANA, MA.
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MADRASAH
IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
STAIN PONOROGO
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke
Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya
sehingga kami dapat menyusun makalah ini. Salawat dan salam dihaturkan kepada
junjungan Nabi besar Muhammad SAW atas perjuangan beliau kita dapat menikmati
pencerahan iman dan islam dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Dalam
makalah ini kami akan membahas mengenai “PERKEMBANGAN MANUSIA PADA MASA
REMAJA” dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah sejarah peradaban islam.
Makalah ini telah dibuat berdasarkan
hasil diskusi kelompok kami. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak
kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu saya mengundang
pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun saya. Kritik
konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah kami.
Akhir kata semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Penyusun
Kelompok 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Seiring berjalannya waktu kehidupan, manusia selalu mengalami
perkembangan. Baik fisik maupun spiritual. Perkembangan fisik itu sendiri di tandai dengan bertambah dan berkembangnya sel-sel tubuh, jaringan
tubuh, organ-organ tubuh, serta sistem tubuh manusia. Sedangkan perkembangan
spiritual di tandai dengan berkembangnya emosi, intelektual dan tingkah laku
sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
Dalam rentang waktu kehidupan itu manusia harus melalui berbagai
macam masa seiring perkembangan usia mereka yaitu masa dari manusia itu lahir
sampai manusia itu mati. Setiap masa memiliki tugas perkembangan masing-masing
yang berbeda antara masa yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu,
Masing-masing manusia dituntut untuk menyelesaikan setiap tugas di masa
berkembangannya serta mengetahui ciri dan karakteristik sesuai dengan tahapan
masa yang dilaluinya dan rentang usia yang sudah ditentukan pada tiap masa
tersebut.
Dari berbagai macam masa dari lahir samapi mati tersebut. Ada masa yang
harus dilalui oleh setiap manusia. Masa antara anak – anak menuju dewasa. Masa
ini biasa disebut masa remaja. Di masa inilah manusia mencari jawaban atas
kepribadian dirinya serta keberadaannya. Untuk itu dimasa ini individu manusia
dituntut untuk memahami serta memenuhi tugas – tugas di masa perkembangan
remajanya ini. Oleh sebab itulah maka kami mengamati serta mempelajari “Perkembangan Manusia pada Masa Remaja”, yang
info serta sumbernya kami kumpulkan dalam makalah ini.
B.
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah yang akan di bahas dalam makalah ini antara lain
1.
Apa yang dimaksud dengan
masa remaja?
2. Bagaimana ciri-ciri dan karakteristik dari masa remaja?
3. Apa saja permasalahan yang timbul pada masa remaja?
4. Apa saja bahaya selama proses perkembangan masa remaja?
C.
Tujuan Makalah
1. Menjelaskan pengertian mengenai masa remaja.
2. Menguraikan ciri-ciri dan karakteristik dari masa remaja.
3. Menjelaskan permasalahan pada proses masa remaja.
4. Menguraikan bahaya-bahaya yang harus diperhatikan selama perkembangan
masa remaja.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Masa Remaja
Masa remaja merupakan salah satu
masa perkembangan yang dialami manusia dalam hidupnya dan masa remaja merupakan
peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.
Beberapa ahli mengemukakan
pendapatnya tentang perkembangan masa
remaja.
1.
Nuryoto, 1994
Beliau mengemukakan bahwa perkembangan manusia di masa remaja mengalami
rentang usia perkembangan yang bersifat individual atau berbeda-beda tergantung
kondisi individunya, ada yang berlangsung secara cepat, dan ada pula yang
berlangsung lambat. Dengan demikian batasan usia bersifat fleksibel, artinya
dapat maju atau mundur sesuai dengan kecepatan perkembangan masing-masing
individu.
2.
Fuhrmann, 1990
Perbedaan pendapat tentang masa remaja, dapat disebabkan perbedaan subjek
dan variabel-variabel yang memengaruhi perkembangan, termasuk perbedaan latar
budaya, pengasuhan, keadaan sosial ekonomi dan latar pendidikan orang tua,
media, dan perbedaan-perbedaan individual atau ciri-ciri kepribadian lainnya.
3.
Cole
Terdapat perbedaan perkembangan masa remaja menurut jenis kelamin.[1]
B. Ciri
– Ciri Dan Karakteristik Masa Remaja
Pada masa remaja ciri yang dapat dilihat adalah
ciri secara fisik, ciri ini dibagi menjadi ciri primer dan ciri sekunder.
1.
Ciri primer
Perkembangan psikologi remaja
pria mengalami pertumbuhan pada organ testis, pembuluh yang memproduksi sperma,
dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas ini memungkinkan
remaja pria, sekitar usia 14-15 tahun mengalami mimpi basah.
Pada remaja wanita, terjadi
pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum dan hormon
untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus menstruasi.
2.
Ciri sekunder
Ciri sekunder pada pria
yaitu, tumbuhnya rambut pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak dan
kelaminnya. Tumbuh jakun dan suara besar (parau dan rendah), dada membidang.
Sedangkan ciri sekunder pada
wanita yaitu, tumbuh rambut pada ketiak dan kelaminnya. Pertumbuhan buah dada
dan pinggul.
Selain perkembangan pada ciri primer maupun
sekunder, remaja juga memiliki karakteristik dalam perkembangan psikologis di
usia remaja
1.
Perkembangan kognitif
(kemampuan berpikir)
·
Secara intelektual remaja
mulai dapat berpikir secara logis tentang gagasan abstrak.
·
Dapat membuat rencana,
strategi, keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah yang di hadapi.
·
Sudah mampu menggunakan
abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkret dengan yang abstrak.
·
Munculnya kemampuan menalar secara ilmiah
·
Memikirkan masa depan dan
berwawasan luas.
·
Mulai menyadari proses
berintropeksi diri.
2. Perkembangan emosi
·
Tingkat emosi tinggi
·
Bersifat sensitif dan reaktif.
Pada lingkungan yang kurang kondusif bertingkah agresif dan lari dari
kenyataan.
·
Mudah marah, sedih, dan
murung.
·
Pada tahap remaja akhir,
emosi sudah dapat dikendalikan.
3. Perkembangan
moral dan sosial
·
Mampu berperilaku yang tidak
mengarah pada kepuasan fisik, tetapi peningkatan pada tatanan psikologis (rasa
diterima, dihargai, dan penilaian positif dari orang lain).
·
Dapat memahami dan menjalin
persahabatan orang lain.
·
Memilih teman yang memiliki sifat dan kualitas psikologis yang relatif
sama dengan dirinya.
·
Kencenderungan untuk menyerah dan mengikuti apa yang diperbuat temannya.
4. Perkembangan kepribadian
·
Mulai mencari identitas dan
jati dirinya.
·
Adanya dorongan dan
emosi-emosi baru
·
Muncul kesadaran terhadap
diri dan mengevaluasi
·
Reaksi-reaksi dan ekspresi
emosinya masih labil dan belum terkendali seperti pernyataan marah, gembira,
atau kesedihannya mungkin masih dapat berubah-ubah silih berganti, dalam tempo
yang cepat.
5. Perkembangan kesadaran beragama
·
Kritis dalam menyoroti
nilai-nilai agama
·
Membawa nilai-nilai agama ke
dalam dirinya
·
Kritis dengan hal-hal yang
menyimpang dengan agama (akhlak dan perilaku).[2]
C. Permasalahan
yang Timbul pada Masa Remaja
Proses perkembangan perilaku dan pribadi di pengaruhi oleh tiga faktor
dominan yaitu faktor bawaan (heredity), kematangan (maturation), dan lingkungan
(environment) termasuk belajar dan latihan (training and learning). Ketiga
faktor ini yang kemudian saling bervariasi menjadi hal yang menguntungkan atau
menghambat proses perkembangan, yang kemudian menjadi masalah yang tidak mudah
di atasi oleh individu yang bersangkutan maupun oleh masyarakat secara
keseluruhan. Masalah tersebut antara lain :
1.
Masalah-masalah yang mungkin timbul bertalian dengan
perkembangan fisik dan psikomotorik
·
Adanya variasi yang mencolok dalam tempo dan irama
serta kecepatan perkembangan fisik antarindividu atau kelompok.
·
Perubahan suara dan peristiwa menstruasi dapat juga
menimbukan gejala-gejala emosinal seperti perasaan malu.
2.
Masalah-masalah yang mungkin timbul bertalian dengan
perkembangan bahasa dan perilaku kognitif
·
Bagi individu-individu tertentu, mempelajari bahasa
asing bukanlah hal yang menyenangkan, kelemahan dalam bahasa dapat menjadikan
bahan cemooh yang bersifat negatif
·
Intelegensi merupakan kapasitas dasar belajar, bagi
yang mempunyai IQ kurang dan tidak mendapat bimbingan yang memadai akan
mendapat ekses psikologis yang tidak mencapai hasil yang diharapkan.
3.
Masalah-masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan
perilaku afektif, konatif, dan kepribadian
·
Keterikatan hidup di jalan yang tidak terbimbing
menimbulkan kenakalan remaja yang berbentuk perkelahian antarkelompok,
pencurian, perampokan, prostitusi, dan bentuk-bentuk anti sosial lainnya.
·
Konflik dengan orang tua, yang berakibat tidak
senang di rumah, bahkan melarikan diri dari rumah.
·
Melakukan perbuatan-perbuatan yang justru
bertentangan dengan norma masyarakat atau agama, seperti mengonsumsi ganja,
narkotika, dan sebagainya.[3]
D. Bahaya-bahaya Selama Perkembangan Masa
Remaja
1. Bahaya Fisik
·
Kekurangan
hormon pertumbuhan.
Kurangnya jumlah hormon pertumbuhan pada akhir masa kanak-kanak dan awal masa pubertas menyebabkan anak puber lebih pendek dan lebih kecil dibandingkan pada masa selanjutnya.
Kurangnya jumlah hormon pertumbuhan pada akhir masa kanak-kanak dan awal masa pubertas menyebabkan anak puber lebih pendek dan lebih kecil dibandingkan pada masa selanjutnya.
·
Kekurangan
hormon gonad
Jika hormon gonad yang dikeluarkan tidak cukup banyak atau agak terlambat untuk mengawasi hormon pertumbuhan, pertumbuhan anggota tubuh akan berlangsung lama dan individu pun menjadi lebih besar dari rata-rata.
Jika hormon gonad yang dikeluarkan tidak cukup banyak atau agak terlambat untuk mengawasi hormon pertumbuhan, pertumbuhan anggota tubuh akan berlangsung lama dan individu pun menjadi lebih besar dari rata-rata.
·
Berlebihnya
persediaan hormon gonad
Fungsi kelenjar pituitary dan gonad yang tidak seimbang tidak seimbang bisa mengakibatkan berlebih nya jumlah produksi hormon gonad pada usia yang sangat muda, sehingga mengakibatkan masa puber dimulai pada usia 5 atau 6 tahun.
Fungsi kelenjar pituitary dan gonad yang tidak seimbang tidak seimbang bisa mengakibatkan berlebih nya jumlah produksi hormon gonad pada usia yang sangat muda, sehingga mengakibatkan masa puber dimulai pada usia 5 atau 6 tahun.
2.
Bahaya
psikologi
·
Konsep
diri yang kurang baik
Konsep diri yang kurang baik sering
menyebabkan anak puber menarik diri dalam kegiatan kelompok, menjadi agresif
dan bersikap bertahan, balas dendam atas perlakuan yang dianggapnya kurang
adil, serta menjadi rendah diri.
·
Rendahnya
prestasi
Pertumbuhan fisik yang cepat sering
menyebabkan tenaga menjadi lemah.
Kondisi ini mengakibatkan anak puber ingin bekerja sesegera mungkin
dan cepat jenuh pada setiap aktivitas
yang dikerjakan sendiri.
3. Perilaku menyimpang saat proses kematangan seksual.
THOMAS berpendapat, " Anak ini tidak saja berbeda
dari teman-temannya sehingga mudah diasingkan, tetapi dia juga mengalami
kesulitan dalam kegiatan akademik, sosial, dan fisik yang tidak dapat memenuhi
kebutuhan dan kemampuannya yang unik. Pengalaman ini hanya akan semakin
memperbesar perasaan berbeda.[4]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perkembangan masa remaja merupakan
salah satu masa perkembangan yang dialami manusia dalam hidupnya dan masa
remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Masa remaja
dibagi kedalam beberapa tahap, tahap remaja awal, madya, dan akhir.
Karakteristik atau ciri-ciri
perkembangan masa remaja meliputi ciri secara primer, sekunder, dan ciri secara
psikologis. Ciri secara psikologis meliputi kognitif, emosi, moral dan sosial,
kepribadian, serta kesadaran beragama yang setiap ciri membahas sifat-sifat
tertentu.
Dalam perkembangannya Masa remaja
mengalami permasalahan yang timbul akibat bertalian dengan psikomotorik dan
fisik, bahasa dan kognitif, serta bertalian dengan perilaku afektif, konatif,
dan kepribadian.
B. Saran
Dalam menyusun makalah ini, kami menyadari masih ada kekurangan baik
materi maupun penulisan. Jadi kami menyarankan agar pembaca makalah ini membaca
referensi dari buku-buku lain untuk melengkapi atau menambah pengetahuan di
bidang psikologi perkembangan khususnya pada masa remaja. Saran dari semua
pihak akan kami kumpulkan untuk memberi semangat dan acuan dalam penulisan
makalah kami yang selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Thalib
Syamsu Bachri, Psikologi pendidikan Berbasis Analisis Empiris Aplikatif,
Jakarta : Kencana Prenadamedia Group, 2010.
Makmun
Abin Syamsuddin, Psikologi Kependidikan,Bandung : Pribadi Remaja, 1973.
Www.nawa-shofa.blogspot.co.id/2012/3/Perkembangan-masa-remaja.